Jual-beli pemain selalu menciptakan cerita seru dan dipastikan selalu menarik perhatian.
Sebagai contoh, pada musim panas 2017, Paris Saint-Germain mengeluarkan uang 222 juta euro (Rp 3,5 triliun) untuk membeli seorang Neymar dari Barcelona. Besarnya nominal tersebut memecahkan rekor transfer dunia.
Melihat sejarah bursa transfer ke belakang, banyak kejadian unik dibalik proses perpindahan pemain ke klub baru. Berikut ini tiga cerita unik dalam sejarah bursa transfer:
Negosiasi es krim
Pada 1928, Hugh McLenahan adalah seorang pemain berusia 18 tahun sekaligus pedagang es krim yang sedang mengalami kesulitan keuangan.
Hal tersebut dimanfaatkan oleh asisten manajer Manchester United, Louis Rocca, untuk membujuk pemain itu supaya mau bermain di Old Trafford. Rocca menghadiahi McLenahan satu lemari pendingin yang dipenuhi es krim untuk didagangkan.
Setelah diberi lemari es beserta isinya, Hugh McLenahan akhirnya bergabung dengan Setan Merah dan bermain selama sembilan tahun untuk United.
Beli pemain dengan daging babi
Klub yang berasal dari Rumania, Jiul Petrosani, menjual salah satu pemainnya ke Valcea pada bursa transfer Januari 1998.
Akan tetapi, bukanlah uang yang mereka dapatkan dari penjualan tersebut, melainkan 500 kilogram daging babi. Daging-daging itu akhirnya dijual oleh Jiul Petrosani untuk membayar gaji pemain lain.
Dibayar dengan minyak zaitun
Uang menjadi salah satu motivasi terbesar seorang pesepak bola untuk bermain di sebuah klub. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku buat Mohammed Sumaila.
Pada bulan Agustus 2017, pemain asal Ghana itu rela membela klub amatir Turki, Yorukalispor, meski hanya dibayar dengan 10 liter minyak zaitun."Mereka tidak mempunyai uang dan menawari saya minyak organik. Jadi, saya terima saja," ujar Sumaila.
Sumber referensi:
bola.kompas.com/read/2018/06/02/10092338/5-transfer-aneh-di-sepak-bola-es-krim-dan-daging-jadi-alat-tukar.


